Sejak menjejakkan kaki di kota Sorong, dalam hati memendam seribu tanya.., ada apa gerangan di kepulauan Raja Ampat yang terkenal itu, hehehe..., sekarang mari kita jelajahi sebagian kepulauan Raja Ampat.
Begitu pesawat mulai medekati landasan, terlihat dari atas air laut yang lumayan jernih dengan kapal-kapal yang sandar dan lalu lalang speedboat, begitu pesawat landing di bandara Domine Eduard Osok kondisi bandara sedang dalam perbaikan, sehingga terlihat alat-alat berat tersebar di bagian-bagian lahan bandara.
setelah menunggu bagasi beberapa saat, perjalanan dilanjutkan menuju pelabuhan Ferry untuk menyeberang ke Ibukota Raja Ampat yaitu kota Waisai (pulau Waisai), dengan kapal cepat selama 1,5 jam, sepanjang perjalanan terlihat beberapa pulau yang terlihat asri. Air laut terlihat jernih kebiruan, sepanjang jalan dan sejauh mata memandang hijau laut yang indah, sesekali speedboat berpapasan dengan kapal kami dengan saling menyalakan klakson kapal dan lambaian tangan dari para ABK nya.
begitu mendekat ke pelabuhan Waisai, mulai terlihat sedikit keindahan laut, dengan hamparan pulau dimana di tepi pantainya ditumbuhi oleh pohon-pohon bakau yang subur dan lebat daunnya, beberapa resort terlihat dari kejauhan dan penduduknya yang menunggu tamu ataupun kerabat yang akan turun dari kapal membuat suasana di pelabuhan terlihat sedikit ramai.
Tujuan kami adalah sebuah resort yang terletak 40 menit lagi dari Waisai menggunakan speedboat, dan kami telah ditunggu oleh speedboat dari Resort Dive Lodge tempat yang akan kami tuju, letaknya di pulau Mansuar. Menuju resort tersebut sepanjang perjalanan mata begitu dimanjakan oleh pemandangan laut yang bening dan biru..., pulau-pulau kecil baik yang ada penghuni, ataupun yang hanya khusus untuk sebuah resort, maupun pulau-pulau karang serta pulau-pulau kosong tak berpenghuni.
Pulau-pulau itu banyak ditumbuhi oleh pohon kayu besi, sedang di pinggir pantainya berupa pasir putih yang sangat indah... hehehe... pokoknya menyejukkan mata. Bila pulau-pulau itu berpenghuni biasanya terdepat dermaga kecil yang terbuat dari kayu besi untuk menambatkan speedboat sebagai alat transportasi utama bagi penduduk disana.
Setelah 30 menit berlalu, kami telah tiba di Dive Lodge Resort, terlihat dermaga dari kejauhan, pulau Mansuar itulah nama letak kami berada saat itu, pulau kecil itu ditumbuhi oleh pohon kelapa di sisi pantai, bukan sebuah pulau yang datar melainkan daratannya menjulang tinggi dan terjal, seluruh pulau ditumbuhi oleh kayu-kayu besi yang masih rimbun layaknya hutan yang belum terjamah tangan-tangan jahil. Terdengar ocehan suara burung dari balik rimbunan pohon-pohon, bahkan burung-burung itu beterbangan ke pantai dan mendekati kami, banyak sekali jenis ocehan burung-burung itu sangat indah bunyinya hingga seja tiba.
Mendekati pinggiran pantai, air laut begitu jernih, segar alami, terumbu karang sangat jelas terlihat dengan mata telanjang, ikan-ikan warna-warni terlihat sangat indah, saya merasa sepertinya sedang melihat ikan hias di dalam akuarium raksasa hahaha.....,
Pemandangan indah pulau ini begitu menawan hati, lautnya yang masih sangat original membuat kita terpesona, indah dan menenangkan jiwa.
Selama di Raja Ampat banyak kegiatan yang bisa dilakukan, antara lain menyelam dengan dipandu oleh instruktur selam bersertifikat, berwisata di perkampungan penduduk sambil melihat burung-burung asli habitat Raja Ampat (Papua), melihat-lihat ikan warna-warni yang hidup bebas di lautan... hehehe.. indah banget..,