Minggu, 01 Mei 2011

Pulau Buton


Alat transportasi ini mengantar kami dari Makassar menuju pulau di ujung propinsi Sulawesi Tenggara ini, penerbangan terjadwal ini hanya ada 1 x sehari, dahulu kala wilayah Kabupaten Buton merupakan bekas Kerajaan Buton atau Kesultanan Buton, hingga saat ini peninggalan dari bekas Kesultanan Buton masih terjaga dengan baik ada Benteng yang mengelilingi Istana atau Kota Raja Buton yang masih tetap kokoh berdiri hingga saat ini dan dari Benteng ini kita bisa menyaksikan keindahan laut dan pulau-pulau di sekitarnya, ada pula meseum kerajaan dengan koleksi benda-benda peninggalan Kerajaan serta rumah para Raja tempo dulu yg masih terjaga dengan baik, museum tersebut saat ini dinaungi oleh Pusat Kebudayaan Walio, disini merupakan sebuah peninggalan yang wajib dilestarikan, karena memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Pulau Buton, sebenarnya telah menjadi tempat yang terkenal sejak lama, tiada lain adalah sebagai pulau penghasil Aspal terbaik di tanah air kita, selain itu di pulau ini juga menghasilkan beberapa Kayu dengan mutu amat bagus, salah satunya adalah kayu Jati dan kayu Hitam.  disamping itu, pemandangan alamnya juga sangat elok untuk memanjakan pandangan mata..

Perjalanan Hidup memberiku kesempatan untuk menapaki pulau ini di medio bulan Mei 2010, semoga dilain kesempatan bisa berkunjung kembali..

Selasa, 26 April 2011

Pantai Losari

Rasanya aku tidak ingat lagi ini kali keberapa Perjalanan Hidup membawa aku berada di Makassar (sekali lagi ini juga disela-sela jeda waktu tugas) khususnya di Losari ini, tapi ada yang berbeda di pertengahan April 2011 saat aku kembali berkunjung.., ada seorang temenku yang baru pertama kali ke Makassar, maka jadilah aku tour leader baginya.  hehehe... seru juga akhirnya sempet foto-foto juga...

Setelah Puas memandang sana-sini, tiba saatnya mencicipi makanan khas Makassar "Pisang Epek" tepat di pinggir Pantai Losari, tak lupa temanku ingin mencari buah tangan alias oleh-oleh khas Makassar.., dengan sigap aku ajak mereka ke Jalan Somba Oppu, kubiarkan mereka memuaskan nafsu belanjanya hehehe...

Selesai belanja-belanja, giliran perut terasa lapar sebagai tour leader kutanya mereka ingin makanan apa, pikir punya pikir akhirnya pilihan jatuh ke rumah makan Ulujuku', ini adalah rumah makan hidangan khas Makassar... hohoho... selamat menikmati..

Senin, 25 April 2011

Anak-anak Ceria..

hahaha... aku paling suka melihat anak-anak ceria..., tertawa...., ini lah gambaran semangat untuk menapaki Perjalanan Hidup di masa mendatang... do'a kami untuk kalian nak..., semoga Allah melindungi setiap langkah..
Kali ini adalah Perjalanan ku, bersyukur..., beberapa waktu yang lalu aku berkesempatan menapaki wilayah Aceh.., disela-sela menunaikan pekerjaan masih dapat kesempatan melihat indahnya Banda Aceh, sambil bekerja bisa mengenal luasnya Nusantara ini, yang terlihat adalah Pelabuhan Ulue-lue di Banda Aceh, tempat ini adalah pelabuhan Penumpang, kapal yang nampak "Pulo Rondo" merupakan salah satu kapal cepat yang melayani penumpang yang akan bepergian ke Pulo Sabang pulau paling ujung barat wilayah Republik Indonesia
Setelah tragedi tzunami.., saat ini kondisi Aceh umumnya lebih bagus, pelabuhan, jalan raya dan fasilitas-fasilitas umum rata-rata sangat bagus, tinggal tantangan untuk warga Aceh untuk dapat menjaga dan mempertahankan agar tetap bagus dan terawat...semoga..!!

masih tetep dari Jogja

Tak ketinggalan.., Borobudur tetap menarik bagi langkah kami.., meski sedang dalam pembersihan akibat terdampak debu vulkanik erupsi gunung Merapi, tetap menarik untuk dikunjungi...

Masih dari Jogja


Nah... kesempatan yang bagus untuk berkunjung ke sekitar Kraton, kali ini kami pingin melihat Kendaraan dinas para Raja Jogja pada masanya.., berderet tunggangan itu kini tersimpan rapi di museum.., kendaraan itu adalah Kereta Kencana para Raja.

Perjalanan Ke Jogja Part 2


Setelah kemarin capek melihat-lihat Merapi, saatnya kini berkunjung ke rumah Embah di Gemolong, Sragen, perjalanan kali ini bertepatan juga dengan libur sekolah jadi semoga saja di rumah Embah putriku berharap bisa bertemu dengan sepupunya Widiya dan Rifki, ada juga Vika cucu dari Budenya...

Perjalanan Jogja - Sragen tidak terasa lama sebab banyak hal yang bisa dilihat sepanjang jalan, begitu keluar kota Jogja di sebelah kiri terlihat menjulang tinggi Candi Prambanan, meski hanya terlihat dari kejauhan, nampak anggun Candi megah itu, kulihat sesekali putriku mengambil gambar dari camera pocketnya. Sejenak kemudian sekira 15 menit berjalan kami memasuki kota Klaten, kotanya lumayan bersih, sempat aku ceritakan bahwa sejak dulu dimasa saya kecil kebetulan lumayan sering ke kota Klaten. Kebetulan ada Pakde saya tinggal disini dan sesekali saya bekerja untuk Pakde untuk sekedar memperoleh uang tambahan untuk biaya sekolah..., "hehehe.. ini kisah ayah mu semasa sekolah...", ujarku kepada putriku.. (itu hanya sekelumit kisah masa kecil ayahnya yang harus berjuang bertahan menyelesaikan sekolah..., tidak semua harus diceritakan, cukuplah memberi gambaran kepada putri kecil ku bahwa Perjalanana Hidup tidaklah selalu mulus, seperti mulusnya jalan raya dimasa kini, tidak selalu mudah, semudah membolak balikkan telapak tangan, semoga ia mengerti...)

Selepas Kota Klaten.., masuk wilayah Ndlanggu masih di Kabupaten Klaten.., kanan kiri terlihat sawah yang sedang ditanami padi..., seluruhnya sudah menguning.., artinya para petani hampir panen.., putriku bertanya kapan padi bisa dipanen, bagaimana cara memanen.., hingga sawahnya diapakan lagi setelah dipanen padinya...., hehehe.. harus diperkenalkan supaya ia tahu..

Sejenak kemudian perjalanan kami memasuki Kartosuro itu artinya sudah masuk ke Kota Solo..., bundanya tiba-tiba berkata..., "kita mampir dulu ke Supermarket Assalam.. cari oleh-oleh untuk Embah...", mampir sejenak membeli kebutuhan yang diperlukan, lalu melanjutkan perjalanan... Keluar kota Solo, kami ambil arah ke Gemolong lebih kurang 20 km, sepanjang jalan ini banyak dijumpai pengerajin mebel dari kayu Jati.., di daerah ini memang sentra industri mebel, ingin membeli jenis mebel apapun bisa dengan mudah didapatkan, berbincang sejenak kami sudah memasuki Gemolong. Menuju kampung Embah.. harus mengambil jalan masuk dari jalan raya kira-kira 4 km lagi ke arah timur.., sekita 15 menit sampailah kami di rumah Embah.

Nah... Embah sudah nunggu, adik Wiwid dan adik Rifki juga menyambut, tak lupa ada Mamak... hehehe.. enaknya lagi sudah ada makan siang "gudangan dan bothok..." hmmmm...

Minggu, 24 April 2011

Perjalanan ke Jogja, part 1


Hahaha..., sekian lama blog ini tak tersentuh, kesibukan untuk berusaha bekerja sebaik mungkin dalam memenuhi kewajiban, memaksa diri tak ingat lagi pada keinginan memiliki sebuah file dalam meniti Perjalanan Hidup, baiklah kali ini ingin ku coba lagi mengingat apa saja yang sempat dijalani selama tak sempat menuliskannya.

Yang menarik kuingat sajalah.., perjalanan liburan buah hatiku.., hehe.. ingin sekali ku memperkenalkan kehidupan luas ini kepadanya, tak terkecuali kota Yogyakarta yang sering kami kunjungi dan rasanya anaku pun menyukainya, sekedar memberikan informasi untuk buah hati ku, bahwa disini..., di kota ini (Jogja) Eyangnya pernah memiliki usaha rumah kos-kosan dan karena bundanya ga' bisa ngurus akhirnya dilego, di kota ini pula bundanya pernah bersekolah dimasa SMA, dan kebetulan juga sih.. rumah Embahnya ada di Gemolong, Sragen, yang bisa ditempuh paling lama 2 jam, dan jika tidak membawa kendaraan sendiri seringnya kami naik Pramex(kereta dari Jogja ke Solo, sejenis KRL di Jakarta), cukup mengasyikan..

Perjalanan ke Jogja kali ini bertepatan selepas bencana erupsi gunung Merapi, di bulan Desember 2010, ada banyak hal yang bisa dipelajari, sebut sajalah buah hatiku bisa sedikit merasakan setidaknya bisa melihat bagaimana sulitnya kehidupan para pengungsi bencana Merapi, yang lebih utama dia bisa menyaksikan bagaimana dahsyatnya akibat meletusnya gunung Merapi terhadap alam sekitarnya, kebetulan kami bisa mendekat di Puncak merapi yaitu disekitar rumah si juru kunci Merapa Mbah Marijan, sejauh-jauh mata memandang yang terlihat seperti padang pasir yang luas, kayu-kayu pinus bergelimpangan akibat terjangan Wedus Gembel, pohon-pohon bambu seluruhnya rebah seperti tak berdaya.

Yaahh.., sebuah pelajaran kecil bagi putriku.., inilah Perjalanan Hidup, jika yang punya hidup (Allah SWT) berkehendak, maka apapun dapat terjadi, memberi penguatan pada memorinya kita ini hanyalah makluk yang lemah meski diciptakan paling sempurna.., menambah wawasannya untuk senantiasa mengingat bahwa sang Pencipta adalah maka Kuasa..,

OOOhhhh..., tak terlalu berani berlama-lama di dekat puncak Merapi, meski sudah aman namun setelah bisa mengetahui segalanya dari jarak dekat, kami beranjak turun kembali ke Jogja, sepanjang jalan alam begitu indah, sawah hijau dengan tanaman sayur-sayuran, pohon-pohon yang tak terkenal Wedus Gembel, masih banyak yang tinggi menjulang, rindang di tengah sawah dan landang..., wah ini yang dipajang fotonya mas Basori (kakak sepupu putriku) kebetulan dia kuliah di Jogja dan menemani kami Jalan-jalan hehehe..