Selasa, 01 Oktober 2013

Berbagi Keindahan kepulauan Raja Ampat

Lihat-lihat fotonya aja ya....



1. tiba di Sorong
2. lapaaaarrrr, makan dulu...


3. diskusi soal speedboat

4. belajar Nyirih bersama Pace-pace...

5. menuju ferry di pelabuhan Sorong

6. Tibah di Port of Waisai, Kab Raja Ampat

7. sampai di resort, ini "Ampat Raja" itu hahaha...

8. Senja yang indah..

9. "ikan hias" di aquarium raksasa

10. Pulau yang indah

11. Pulau karang

12. Melintas di celah pulau

Sahabat dari Raja Ampat..

Selama perjalanan ke Raja Ampat, alhamdulillah puji Syukur pada Allah semua berjalan dengan baik, lancar dan aman, hingga seluruh peserta kembali dengan sehat dan selamat, maklum saya sangat khawatir dalam perjalanan kali ini, mengingat yang kami pandu adalah VVIP, apalagi medan yang akan kita kunjungi sangatlah berat dan sama sekali belum kami kenali, terlebih lagi tanpa dukungan petugas pengamanan yang memadai, semua itu tak lepas dari bantuan sahabat-sahabat baru saya dari Raja Ampat.  ada 2 orang yang paling berperan dalam membantu kelancaran perjalanan itu, hingga ingin saya mengabadikan dalam tulisan ini.

Pertama Namanya Bang HEYN:














Bahkan saya belum tahu nama lengkap bang Heyn, kapan-kapan kalau ketemu lagi saya tanyakan deh.. nama lengkapnya.  Dia kontak saya pertama kali ketika merencanakan perjalanan ini, sekaligus pemilik Heyn tour & travel, karenanya bang Heyn lah yang mengatur segalah koordinasi awal.

Menurut pengakuannya, Bang Heyn ini aslinya berasal dari Manado, kebetulan mengelola travel yang fokus memasarkan keindahan Raja Ampat, maka ia tinggal di Sorong untuk mengelola usaha travel.., selebihnya ia pelit memberi informasi tentang jati dirinya, yaaahhh biarkanlah hehehehee.....

Terima kasih bang Heyn, tapi boleh saya kritik ya disini, bang Heyn kasih harga tournya terlalu mahal.. hahaha...., semua transportasinya ga bisa sesuai dengan perjanjian awal kita, kali ini karena pengalaman pertama saya "nrimo" aja bang Heyn.., tapi lain kali saya pasti kritis.. hihihi..



Kedua Namanya STEFANIE RAJA AMPAT:














Mace.... (mungkin artinya tante/bulek) yang satu ini pun saya belum tahu nama lengkapnya,  hehehe...., nama panggilannya Stefanie, nanti saya telponlah siapa nama lengkapnya hahaha....., tetapi sedikit informasi tentang "wanita penakluk ombak Raja Ampat" ini (itu julukanku untuk dia hehehe), ia bekerja di Dinas Pariwisata Kambupaten Raja Ampat, memiliki akses khusus dengan Suku-suku penguasa kepulauan Wayag (ikon Raja Ampat), punya pergaulan luas di Sorong dan Waisai (terlihat selama 3 hari bersama kami hampir semua orang di Waisai ibukota Kabupaten Raja Ampat mengenalnya dengan memanggil "kakak Stefanie"), orangnya ramah dan selalu ceria hehehe...., saya belajar banyak tentang laut, tentang keberanian selama 3 hari di Raja Ampat dari Mace Stefanie, ia mondar-mandir Pulau Waisai ke Pulau Mansuar tempat kami menginap untuk mempersiapkan segala sesuatu demi kelancaran acara. bukan persoalan mudah menempuh jalur laut (jujur sebenarnya mula-mula saya agak takut sering-sering menyeberang laut menggunakan speedboat) yang tidak bisa kita tebak, laut kadang tenang, kadang ombak tinggi, ditengah tiba-tiba hujan, sedangkan speedboat yang ditumpangi biasanya berupa perahu fiber yang ditempal dengan mesin dengan tanpa pelindung atap yang memadai sehingga percikan air laut saat ombak, ataupun air hujan bila sedang turun hujan selalu menimpa penumpangnya.

Ooooh iya... saya ingin sedikit cerita tentang Mace Stefanie, menurut penuturannya..., Mace Stefanie adalah orang asli Papua tetapi ada darah Jawa (Yogyakarta) dalam dirinya, Papanya asli Papua, tetapi Mamanya adalah asli orang Yogyakarta..., heheiiii.., tetapi karena lahir dan besar di Papua, sama sekali tidak ada aksen Jawa itu di pembawaan fisik Mace Stef.., namun bila diamati.., ada satu sikap dan pola orang Jawa yang masih tertinggal didirinya.. hehehe..., nanti saya ceritakan ke Mace Stef secara langsung aja apa yang bisa menandai bahwa Mace ada keturunan Jawa ya......, suatu kesempatan saya bertanya: Mace sudah pernah mengunjugi Jogja??, Jawabnya BELUM....., suatu saat semoga ada kesempatan melihat Jogja ya Mace..., tempat asal Mama dimana sebagian darah dalam dirimu berasal dari tempat itu....

Terima kasih Mace...., tetap semangat ya... untuk membagun Raja Ampat "pulau sejuta harapan" (itu salah satu tulisan dalam status Mace Stefanie di blackberry masanger nya)

Menjelajah kepulauan Raja Ampat...


Sejak menjejakkan kaki di kota Sorong, dalam hati memendam seribu tanya.., ada apa gerangan di kepulauan Raja Ampat yang terkenal itu, hehehe..., sekarang mari kita jelajahi sebagian kepulauan Raja Ampat.

Begitu pesawat mulai medekati landasan, terlihat dari atas air laut yang lumayan jernih dengan kapal-kapal yang sandar dan lalu lalang speedboat, begitu pesawat landing di bandara Domine Eduard Osok kondisi bandara sedang dalam perbaikan, sehingga terlihat alat-alat berat tersebar di bagian-bagian lahan bandara.

setelah menunggu bagasi beberapa saat, perjalanan dilanjutkan menuju pelabuhan Ferry untuk menyeberang ke Ibukota Raja Ampat yaitu kota Waisai (pulau Waisai), dengan kapal cepat selama 1,5 jam, sepanjang perjalanan terlihat beberapa pulau yang terlihat asri.  Air laut terlihat jernih kebiruan, sepanjang jalan dan sejauh mata memandang hijau laut yang indah, sesekali speedboat berpapasan dengan kapal kami dengan saling menyalakan klakson kapal dan lambaian tangan dari para ABK nya.

begitu mendekat ke pelabuhan Waisai, mulai terlihat sedikit keindahan laut, dengan hamparan pulau dimana di tepi pantainya ditumbuhi oleh pohon-pohon bakau yang subur dan lebat daunnya, beberapa resort terlihat dari kejauhan dan penduduknya yang menunggu tamu ataupun kerabat yang akan turun dari kapal membuat suasana di pelabuhan terlihat sedikit ramai.

Tujuan kami adalah sebuah resort yang terletak 40 menit lagi dari Waisai menggunakan speedboat, dan kami telah ditunggu oleh speedboat dari Resort Dive Lodge tempat yang akan kami tuju, letaknya di pulau Mansuar.  Menuju resort tersebut sepanjang perjalanan mata begitu dimanjakan oleh pemandangan laut yang bening dan biru..., pulau-pulau kecil baik yang ada penghuni, ataupun yang hanya khusus untuk sebuah resort, maupun pulau-pulau karang serta pulau-pulau kosong tak berpenghuni.

Pulau-pulau itu banyak ditumbuhi oleh pohon kayu besi, sedang di pinggir pantainya berupa pasir putih yang sangat indah... hehehe... pokoknya menyejukkan mata.  Bila pulau-pulau itu berpenghuni biasanya terdepat dermaga kecil yang terbuat dari kayu besi untuk menambatkan speedboat sebagai alat transportasi utama bagi penduduk disana.

Setelah 30 menit berlalu, kami telah tiba di Dive Lodge Resort, terlihat dermaga dari kejauhan, pulau Mansuar itulah nama letak kami berada saat itu, pulau kecil itu ditumbuhi oleh pohon kelapa di sisi pantai, bukan sebuah pulau yang datar melainkan daratannya menjulang tinggi dan terjal, seluruh pulau ditumbuhi oleh kayu-kayu besi yang masih rimbun layaknya hutan yang belum terjamah tangan-tangan jahil.  Terdengar ocehan suara burung dari balik rimbunan pohon-pohon, bahkan burung-burung itu beterbangan ke pantai dan mendekati kami, banyak sekali jenis ocehan burung-burung itu sangat indah bunyinya hingga seja tiba.


Mendekati pinggiran pantai, air laut begitu jernih, segar alami, terumbu karang sangat jelas terlihat dengan mata telanjang, ikan-ikan warna-warni terlihat sangat indah, saya merasa sepertinya sedang melihat ikan hias di dalam akuarium raksasa hahaha....., 

Pemandangan indah pulau ini begitu menawan hati, lautnya yang masih sangat original membuat kita terpesona, indah dan menenangkan jiwa.

Selama di Raja Ampat banyak kegiatan yang bisa dilakukan, antara lain menyelam dengan dipandu oleh instruktur selam bersertifikat, berwisata di perkampungan penduduk sambil melihat burung-burung asli habitat Raja Ampat (Papua), melihat-lihat ikan warna-warni yang hidup bebas di lautan... hehehe.. indah banget..,