Jumat, 04 April 2014

SEPOTONG DOA




اللّهُمَّ إِنِّيْ أسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَا مِلًا وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَحَلَالًا طَيِّبًا وَتَوْبَةً نَصُوْحًا وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ بِرَ حْمَتِكَ يَاعَزِيْزُ تَاغَفَّارُ. رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا وَاَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِيْنَ.

Allahumma inni as'aluka iimaanan kaamilan wa yaqiinan shodiqon wa rizqon waasi'an wa qolban khaasyi'an wa lisaanan dzaakiran wa halaalan thayyiban wa taubatan nashuuhan, wa taubatan qobla l-mauti wa raahatan 'inda l-mauti wa maghfiratan wa rahmatan ba'da l-mauti wal 'afwa 'inda l-hisaabi wal fauza bi l-jannati wan najaati minan-naari bi rahmatika yaa 'aziizu yaa ghoffaaru. Raabi zidnii 'ilman wa alhiqnii bish-shaalihiin.

"Ya Allah, aku mohon kepadaMu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rizki yang luas, hati yang khusyu', lidah yang selalu berdzikir, rizki yang halal dan baik, taubat yang diterima, taubat sebelum mati, ampunan dan rahmat sesudah mati, ampunan ketika dihisab, keberuntungan memperoleh surga dan selamat dari neraka, dengan kasih sayangMu, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengampun. Tuhanku, berilah aku tambahan ilmu pengetahuan dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh"

Minggu, 12 Januari 2014

Hujan.., di Januari

Agin pagi berhembus sejuk..., rintik air turun dari langit, sudah tumpah sejak malam dingin terasa..., hujan.... anugerah Tuhan.., hujan membawa rejeki bagi semua umat..., membawa kesuburan bagi alam semesta.
ahhhhh.... rintik air hujan tak menyurutkan segala kegiatan, aku dan keluarga..., ketika subuh menjelang, seisi rumah bergegas bangkit, sudah terdengar di dapur Mbak Yani menyalakan kompor mulai menyiapkan apa yang bisa dan ada untuk sekedar pengisi perut pembangkit energi bagi kami semua, Bunda mulai mondar-mandir meneliti kembali semua persiapan sekolah bagi Mbak Sekar, kelengkapan kerja untuk Ayah (itu aku hehehe..), dan tak lupa juga keperluan Bunda sendiri yang juga akan bekerja, sambil sesekali memanggil-manggil mbak Sekar yang masih bermalas-malasan bangun dari tidur di kamarnya, sedangkan di halaman terdengar bunyi orang menyapu halaman sambil sesekali membuka dan menutup pintu pagar.., itu pasti Mbak Erta.. biasa sebelum berangkat bekerja Mbak Erta kebagian membersihkan halaman..., 

hehehe... itulah sekelumit gambaran menyambut pagi kami sekeluarga...., hujan bukan peredup semangat menjalani hari di bulan Januari ini, dan memang sudah menjadi musim setiap Bulan Januari adalah musim hujan demikian Tuhan menganugerahi kita dengan air yang melimpah, membuat dingin seisi alam, menumbuhkan tanaman, untuk itu tak semestinya membuat kita tak bersemangat menjalani hari-hari dalam hujan.

dan kami pun berangkat..., menuju tempat tujuan masing-masing, bekerja, belajar, mengisi hari agar tetap berwarna, menjalani hari dengan semestinya, mencari dan berupaya atas segala Rahmat-NYA, Alhamdulillah. 


Selasa, 01 Oktober 2013

Berbagi Keindahan kepulauan Raja Ampat

Lihat-lihat fotonya aja ya....



1. tiba di Sorong
2. lapaaaarrrr, makan dulu...


3. diskusi soal speedboat

4. belajar Nyirih bersama Pace-pace...

5. menuju ferry di pelabuhan Sorong

6. Tibah di Port of Waisai, Kab Raja Ampat

7. sampai di resort, ini "Ampat Raja" itu hahaha...

8. Senja yang indah..

9. "ikan hias" di aquarium raksasa

10. Pulau yang indah

11. Pulau karang

12. Melintas di celah pulau

Sahabat dari Raja Ampat..

Selama perjalanan ke Raja Ampat, alhamdulillah puji Syukur pada Allah semua berjalan dengan baik, lancar dan aman, hingga seluruh peserta kembali dengan sehat dan selamat, maklum saya sangat khawatir dalam perjalanan kali ini, mengingat yang kami pandu adalah VVIP, apalagi medan yang akan kita kunjungi sangatlah berat dan sama sekali belum kami kenali, terlebih lagi tanpa dukungan petugas pengamanan yang memadai, semua itu tak lepas dari bantuan sahabat-sahabat baru saya dari Raja Ampat.  ada 2 orang yang paling berperan dalam membantu kelancaran perjalanan itu, hingga ingin saya mengabadikan dalam tulisan ini.

Pertama Namanya Bang HEYN:














Bahkan saya belum tahu nama lengkap bang Heyn, kapan-kapan kalau ketemu lagi saya tanyakan deh.. nama lengkapnya.  Dia kontak saya pertama kali ketika merencanakan perjalanan ini, sekaligus pemilik Heyn tour & travel, karenanya bang Heyn lah yang mengatur segalah koordinasi awal.

Menurut pengakuannya, Bang Heyn ini aslinya berasal dari Manado, kebetulan mengelola travel yang fokus memasarkan keindahan Raja Ampat, maka ia tinggal di Sorong untuk mengelola usaha travel.., selebihnya ia pelit memberi informasi tentang jati dirinya, yaaahhh biarkanlah hehehehee.....

Terima kasih bang Heyn, tapi boleh saya kritik ya disini, bang Heyn kasih harga tournya terlalu mahal.. hahaha...., semua transportasinya ga bisa sesuai dengan perjanjian awal kita, kali ini karena pengalaman pertama saya "nrimo" aja bang Heyn.., tapi lain kali saya pasti kritis.. hihihi..



Kedua Namanya STEFANIE RAJA AMPAT:














Mace.... (mungkin artinya tante/bulek) yang satu ini pun saya belum tahu nama lengkapnya,  hehehe...., nama panggilannya Stefanie, nanti saya telponlah siapa nama lengkapnya hahaha....., tetapi sedikit informasi tentang "wanita penakluk ombak Raja Ampat" ini (itu julukanku untuk dia hehehe), ia bekerja di Dinas Pariwisata Kambupaten Raja Ampat, memiliki akses khusus dengan Suku-suku penguasa kepulauan Wayag (ikon Raja Ampat), punya pergaulan luas di Sorong dan Waisai (terlihat selama 3 hari bersama kami hampir semua orang di Waisai ibukota Kabupaten Raja Ampat mengenalnya dengan memanggil "kakak Stefanie"), orangnya ramah dan selalu ceria hehehe...., saya belajar banyak tentang laut, tentang keberanian selama 3 hari di Raja Ampat dari Mace Stefanie, ia mondar-mandir Pulau Waisai ke Pulau Mansuar tempat kami menginap untuk mempersiapkan segala sesuatu demi kelancaran acara. bukan persoalan mudah menempuh jalur laut (jujur sebenarnya mula-mula saya agak takut sering-sering menyeberang laut menggunakan speedboat) yang tidak bisa kita tebak, laut kadang tenang, kadang ombak tinggi, ditengah tiba-tiba hujan, sedangkan speedboat yang ditumpangi biasanya berupa perahu fiber yang ditempal dengan mesin dengan tanpa pelindung atap yang memadai sehingga percikan air laut saat ombak, ataupun air hujan bila sedang turun hujan selalu menimpa penumpangnya.

Ooooh iya... saya ingin sedikit cerita tentang Mace Stefanie, menurut penuturannya..., Mace Stefanie adalah orang asli Papua tetapi ada darah Jawa (Yogyakarta) dalam dirinya, Papanya asli Papua, tetapi Mamanya adalah asli orang Yogyakarta..., heheiiii.., tetapi karena lahir dan besar di Papua, sama sekali tidak ada aksen Jawa itu di pembawaan fisik Mace Stef.., namun bila diamati.., ada satu sikap dan pola orang Jawa yang masih tertinggal didirinya.. hehehe..., nanti saya ceritakan ke Mace Stef secara langsung aja apa yang bisa menandai bahwa Mace ada keturunan Jawa ya......, suatu kesempatan saya bertanya: Mace sudah pernah mengunjugi Jogja??, Jawabnya BELUM....., suatu saat semoga ada kesempatan melihat Jogja ya Mace..., tempat asal Mama dimana sebagian darah dalam dirimu berasal dari tempat itu....

Terima kasih Mace...., tetap semangat ya... untuk membagun Raja Ampat "pulau sejuta harapan" (itu salah satu tulisan dalam status Mace Stefanie di blackberry masanger nya)

Menjelajah kepulauan Raja Ampat...


Sejak menjejakkan kaki di kota Sorong, dalam hati memendam seribu tanya.., ada apa gerangan di kepulauan Raja Ampat yang terkenal itu, hehehe..., sekarang mari kita jelajahi sebagian kepulauan Raja Ampat.

Begitu pesawat mulai medekati landasan, terlihat dari atas air laut yang lumayan jernih dengan kapal-kapal yang sandar dan lalu lalang speedboat, begitu pesawat landing di bandara Domine Eduard Osok kondisi bandara sedang dalam perbaikan, sehingga terlihat alat-alat berat tersebar di bagian-bagian lahan bandara.

setelah menunggu bagasi beberapa saat, perjalanan dilanjutkan menuju pelabuhan Ferry untuk menyeberang ke Ibukota Raja Ampat yaitu kota Waisai (pulau Waisai), dengan kapal cepat selama 1,5 jam, sepanjang perjalanan terlihat beberapa pulau yang terlihat asri.  Air laut terlihat jernih kebiruan, sepanjang jalan dan sejauh mata memandang hijau laut yang indah, sesekali speedboat berpapasan dengan kapal kami dengan saling menyalakan klakson kapal dan lambaian tangan dari para ABK nya.

begitu mendekat ke pelabuhan Waisai, mulai terlihat sedikit keindahan laut, dengan hamparan pulau dimana di tepi pantainya ditumbuhi oleh pohon-pohon bakau yang subur dan lebat daunnya, beberapa resort terlihat dari kejauhan dan penduduknya yang menunggu tamu ataupun kerabat yang akan turun dari kapal membuat suasana di pelabuhan terlihat sedikit ramai.

Tujuan kami adalah sebuah resort yang terletak 40 menit lagi dari Waisai menggunakan speedboat, dan kami telah ditunggu oleh speedboat dari Resort Dive Lodge tempat yang akan kami tuju, letaknya di pulau Mansuar.  Menuju resort tersebut sepanjang perjalanan mata begitu dimanjakan oleh pemandangan laut yang bening dan biru..., pulau-pulau kecil baik yang ada penghuni, ataupun yang hanya khusus untuk sebuah resort, maupun pulau-pulau karang serta pulau-pulau kosong tak berpenghuni.

Pulau-pulau itu banyak ditumbuhi oleh pohon kayu besi, sedang di pinggir pantainya berupa pasir putih yang sangat indah... hehehe... pokoknya menyejukkan mata.  Bila pulau-pulau itu berpenghuni biasanya terdepat dermaga kecil yang terbuat dari kayu besi untuk menambatkan speedboat sebagai alat transportasi utama bagi penduduk disana.

Setelah 30 menit berlalu, kami telah tiba di Dive Lodge Resort, terlihat dermaga dari kejauhan, pulau Mansuar itulah nama letak kami berada saat itu, pulau kecil itu ditumbuhi oleh pohon kelapa di sisi pantai, bukan sebuah pulau yang datar melainkan daratannya menjulang tinggi dan terjal, seluruh pulau ditumbuhi oleh kayu-kayu besi yang masih rimbun layaknya hutan yang belum terjamah tangan-tangan jahil.  Terdengar ocehan suara burung dari balik rimbunan pohon-pohon, bahkan burung-burung itu beterbangan ke pantai dan mendekati kami, banyak sekali jenis ocehan burung-burung itu sangat indah bunyinya hingga seja tiba.


Mendekati pinggiran pantai, air laut begitu jernih, segar alami, terumbu karang sangat jelas terlihat dengan mata telanjang, ikan-ikan warna-warni terlihat sangat indah, saya merasa sepertinya sedang melihat ikan hias di dalam akuarium raksasa hahaha....., 

Pemandangan indah pulau ini begitu menawan hati, lautnya yang masih sangat original membuat kita terpesona, indah dan menenangkan jiwa.

Selama di Raja Ampat banyak kegiatan yang bisa dilakukan, antara lain menyelam dengan dipandu oleh instruktur selam bersertifikat, berwisata di perkampungan penduduk sambil melihat burung-burung asli habitat Raja Ampat (Papua), melihat-lihat ikan warna-warni yang hidup bebas di lautan... hehehe.. indah banget..,

Minggu, 29 September 2013

Di mana sih... kepulauan Raja Ampat itu..



Siang itu.., disela-sela sibuknya pekerjaan, pimpinan memanggil saya dengan raut wajah sedikit serius, lalu kalimat pertama yang saya cermati adalah penyebutan sebuah tempat yang sering saya dengar, tetapi sama sekali belum saya bayangkan di mana letak tempat itu. Kalimat yang sempat saya ingat begini "coba cari tau dan segera dipersiapkan kita ingin mengunjungi Raja Ampat, tetapi harus dipersiapkan sendiri tanpa orang daerah".

Sejenak saya termangu dan terdiam..., sama sekali saya belum memperoleh bayangan, bagaimana cara menuju kesana, rute mana yang harus ditempuh, transportasi apa yang harus dipersiapkan dan harus mencari orang-orang yang bisa membantu agar perjalanan berjalan lancar.., dengan serampangan saya jawab Siaap...!, namun setelah keluar dari ruang pimpinan, kebimbangan itu kembali membayang.., maklum yang akan bepergian adalah VVIP, menjadi beban tersendiri..., apalagi daerah tujuannya sama sekali belum pernah saya kunjungi, yang lebih berat lagi "tidak boleh menghubungi teman-teman kontor di daerah itu".

Hari itu juga langsung di depan Laptop dan bertanya kepada sang "dukun sakti" mbah Google.... hahahaha..., dari situ banyak saya dapat informasi, namun untuk memperoleh kontak person masih harus dicari-cari.., kontak sana, kontak sini, akhirnya saya diberi satu orang kontak dan langsung saya hubungi. tetapi sebelum itu, saya ingin cerita dulu di mana sih sebenarnya kepulauan Raja Ampat itu...

Pertama, yang saya cari adalah posisi persisnya kabupaten Raja Ampat itu di mana.., ternyata Kabupaten Raja Ampat adalah kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Sorong, jadi wilayah Raja Ampat sebelumnya merupakan wilayah Kabupaten Sorong.  Kedua, transportasi untuk menuju ke sana, setelah melihat rute-rute penerbangan, saya memilih rute yang paling gampang yaitu Jakarta - Makassar - Sorong, rute ini menurut saya lebih simpel, dibanding bila kita harus mengambil rute Jakarta - Makassar - Ambon - Sorong kedua rute itu adalah pilihan bila kita dari Jakarta.  Ketiga, dari Bandara Sorong kita bisa langsung menuju Pelabuhan Ferry untuk melanjutkan perjalanan ke Ibukota Kabupaten Raja Ampat di kota Waisai, kita bisa menumpang Kapal Cepat dengan waktu tempuh 1 jam dan 30 menit, atau Kapal "lambat" istilah di sana untuk kapal RoRo (Rol on Rol off), dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam, kapal cepat tersedia 2 kali pada jam 09.00 dan jam 14.00 waktu setempat, sedangkan kapal "lambat" hanya 1 kali sehari.


Apa sih.... yang ingin kita lihat di Raja Ampat....???, itu salah satu pertanyaan yang saya simpan di dalam hati, dari literatur yang saya peroleh, Raja Ampat adalah surganya para Penyelam dan para pecinta dunia bawah laut.., namun ketika tiba di Ibukota Raja Ampat di Waisai, meski sudah terlihat keindahan lautnya, tetapi kita belum sampai di tempat surga yang sesungguhnya itu, ikon yang utama adalah kepulauan Wayag yang harus ditempuh dengan speedboat kurang lebih 3 jam dari Waisai... dengan menghabiskan bahan bakar minyak kira-kira 400 liter (itu untuk speedboat biasa ya....) hmmmm... cukum lama kan.., artinya masih jauuuhh... hehehe..., namun kita juga bisa melihat-lihat miniatur kepulauan Wayag itu di dekat Waisai yang juga tak kalah indahnya.

Nah... kebetulan lokasi tempat kami menginap bukan di Ibukota Raja Ampat di Waisai, melainkan di pulau lain yang lebih ke pedalaman, namanya pulau Mansuar, harus ditempuh kira-kira 40 menit dengan speedboat dari Waisai...., hiihiihii.. kayak apa tempatnya ya... sabarrr nanti saya ceritakan.  Nah kini sudah saya temukan di mana itu letaknya kepulauan Raja Ampat, isi pulaunya nanti kita bahas satu demi satu ya... hehehe...

Haiii aku nulis lagi ya...

Hmmm... kangen banget dengan Blog ku, hehehe...

hmmmm..., kangen sekali rasanya sekian lama tidak bisa menulis di sini..., banyak "kesibukan" membuat saya tidak lagi sempat menuliskan banyak hal yang terlewati, hampir 1 tahun lebih blog ini "terbengkalai", hehehe.. tak apalah.., apa yang membuat saya tak sempat menuliskan Perjalanan Hidup selama itu tak perlulah saya ungkapkan hehehe...

bingung saya saat ini mau memulai dari mana untuk berbagi cerita dan pengalaman dalam Perjalanan Hidup ini..., banyak sekali momentum terlewatkan, tapi saya ingin berbagi tentang perjalanan yang sangat berkesan dari sekian banyak perjalanan yang saya lalui di medio akhir tahun 2011 hingga tahun 2013 ini.

Mengunjungi Pulau Sabang
di awal bulan September 2013, rencana Pimpinan mengunjugi Pulau paling Barat Indonesia sudah dipersiapkan, membayangkan pulau paling barat di benak saya harus mempersiapkan diri menghadapi medan yang tidak mudah apalagi bersama rombongan, namun masihlah menenangkan hati sebab temen-temen di daerah sudah melakukan persiapan dan sudah mengenali medan dengan baik, alhasil semua rencana telah tertata dengan rapi.

Pagi-pagi mempersiapkan chek in penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Banda Aceh, transit di Kualanamu, Medan, take off jam 07.00 dan tiba di Banda Aceh jam 11.00, kemudian lanjut menggunakan kendaraan menuju pelabuhan penyeberangan ferry Ulee Lheu, kemudian memasuki Ferry yang sudah tersedia disana.  Sekedar informasi, untuk penyeberangan ke Sabang terdapat kapal Cepat, dan juga kapal Lambat (istilah disana), kapal cepat adalah ferry khusus penumpang orang dan tidak akan membawa barang-barang dalam jumlah besar, kecuali bagasi penumpang, sedangkan kapal Lambat adalah ferry RoRo yang disamping mengangkut penumpang orang, juga mengangkut bermacam-macam barang, ada juga mobil, truk beserta muatannya dan jenis barang lainnya, waktu tempuhnya yang berbeda, jika kapal cepat membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam untuk menyeberang, maka kapal Lambat bisa 2 atau 3 jam.

karena kami menggunakan kapal cepat, maka dalam 1 jam telah berlabuh di Sabang, hari hujan saat itu, Sabang adalah kota kabupaten, geliat pembangunannya terlihat lamban, sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup dengan Nelayan, berdagang, dan selebihnya adalah Pegawai Pemerintah, kotanya tidaklah besar, pulaunya dikelilingi oleh laut, tetapi daratannya tidaklah rata melainkan berbukit-bukit, dan ada beberapa pulau-pulau kecil lainnya, banyak pohon kelapa tumbuh tinggi dengan buah yang banyak, bahkan ada satu pulau yang tidak berpenghuni banyak berisi pohon kelapa, hingga buahnyapun tidak bisa dimanfaatkan.

Pulau Sabang juga mengandalkan bidang pariwisata pantai untuk pendapatannya, banyak resort di sana, namun pengelolaannya belum maksimal, banyak resort yang kurang terawat karena mungkin tidak banyak wisatawan datang, tetapi banyak wisatawan Bule yang menyukai satu daerah untuk menyelam disana, dan jika kita amati justru para bule ini senang tinggal di resort sederhada yang terletak di tengah hutan yang jauh dari kota.

Nah... saya sangat ingin mengunjungi tempat wisata yang paling terkenal di sana yaitu: Kilo Meter 0, yaitu tugu pertanda dimulainya penghitungan luas wilayah Indonesia, dari sinilah 0 Kilo Meter itu hingga nanti sampai di wilayah paling timur yaitu di Merauke, ditandai dengan sebuah tugu dan juga prasasti.