Selama perjalanan ke Raja Ampat, alhamdulillah puji Syukur pada Allah semua berjalan dengan baik, lancar dan aman, hingga seluruh peserta kembali dengan sehat dan selamat, maklum saya sangat khawatir dalam perjalanan kali ini, mengingat yang kami pandu adalah VVIP, apalagi medan yang akan kita kunjungi sangatlah berat dan sama sekali belum kami kenali, terlebih lagi tanpa dukungan petugas pengamanan yang memadai, semua itu tak lepas dari bantuan sahabat-sahabat baru saya dari Raja Ampat. ada 2 orang yang paling berperan dalam membantu kelancaran perjalanan itu, hingga ingin saya mengabadikan dalam tulisan ini.
Pertama Namanya Bang HEYN:
Bahkan saya belum tahu nama lengkap bang Heyn, kapan-kapan kalau ketemu lagi saya tanyakan deh.. nama lengkapnya. Dia kontak saya pertama kali ketika merencanakan perjalanan ini, sekaligus pemilik Heyn tour & travel, karenanya bang Heyn lah yang mengatur segalah koordinasi awal.
Menurut pengakuannya, Bang Heyn ini aslinya berasal dari Manado, kebetulan mengelola travel yang fokus memasarkan keindahan Raja Ampat, maka ia tinggal di Sorong untuk mengelola usaha travel.., selebihnya ia pelit memberi informasi tentang jati dirinya, yaaahhh biarkanlah hehehehee.....
Terima kasih bang Heyn, tapi boleh saya kritik ya disini, bang Heyn kasih harga tournya terlalu mahal.. hahaha...., semua transportasinya ga bisa sesuai dengan perjanjian awal kita, kali ini karena pengalaman pertama saya "nrimo" aja bang Heyn.., tapi lain kali saya pasti kritis.. hihihi..
Kedua Namanya STEFANIE RAJA AMPAT:
Mace.... (mungkin artinya tante/bulek) yang satu ini pun saya belum tahu nama lengkapnya, hehehe...., nama panggilannya Stefanie, nanti saya telponlah siapa nama lengkapnya hahaha....., tetapi sedikit informasi tentang "wanita penakluk ombak Raja Ampat" ini (itu julukanku untuk dia hehehe), ia bekerja di Dinas Pariwisata Kambupaten Raja Ampat, memiliki akses khusus dengan Suku-suku penguasa kepulauan Wayag (ikon Raja Ampat), punya pergaulan luas di Sorong dan Waisai (terlihat selama 3 hari bersama kami hampir semua orang di Waisai ibukota Kabupaten Raja Ampat mengenalnya dengan memanggil "kakak Stefanie"), orangnya ramah dan selalu ceria hehehe...., saya belajar banyak tentang laut, tentang keberanian selama 3 hari di Raja Ampat dari Mace Stefanie, ia mondar-mandir Pulau Waisai ke Pulau Mansuar tempat kami menginap untuk mempersiapkan segala sesuatu demi kelancaran acara. bukan persoalan mudah menempuh jalur laut (jujur sebenarnya mula-mula saya agak takut sering-sering menyeberang laut menggunakan speedboat) yang tidak bisa kita tebak, laut kadang tenang, kadang ombak tinggi, ditengah tiba-tiba hujan, sedangkan speedboat yang ditumpangi biasanya berupa perahu fiber yang ditempal dengan mesin dengan tanpa pelindung atap yang memadai sehingga percikan air laut saat ombak, ataupun air hujan bila sedang turun hujan selalu menimpa penumpangnya.
Ooooh iya... saya ingin sedikit cerita tentang Mace Stefanie, menurut penuturannya..., Mace Stefanie adalah orang asli Papua tetapi ada darah Jawa (Yogyakarta) dalam dirinya, Papanya asli Papua, tetapi Mamanya adalah asli orang Yogyakarta..., heheiiii.., tetapi karena lahir dan besar di Papua, sama sekali tidak ada aksen Jawa itu di pembawaan fisik Mace Stef.., namun bila diamati.., ada satu sikap dan pola orang Jawa yang masih tertinggal didirinya.. hehehe..., nanti saya ceritakan ke Mace Stef secara langsung aja apa yang bisa menandai bahwa Mace ada keturunan Jawa ya......, suatu kesempatan saya bertanya: Mace sudah pernah mengunjugi Jogja??, Jawabnya BELUM....., suatu saat semoga ada kesempatan melihat Jogja ya Mace..., tempat asal Mama dimana sebagian darah dalam dirimu berasal dari tempat itu....
Terima kasih Mace...., tetap semangat ya... untuk membagun Raja Ampat "pulau sejuta harapan" (itu salah satu tulisan dalam status Mace Stefanie di blackberry masanger nya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar