Siang itu.., disela-sela sibuknya pekerjaan, pimpinan memanggil saya dengan raut wajah sedikit serius, lalu kalimat pertama yang saya cermati adalah penyebutan sebuah tempat yang sering saya dengar, tetapi sama sekali belum saya bayangkan di mana letak tempat itu. Kalimat yang sempat saya ingat begini "coba cari tau dan segera dipersiapkan kita ingin mengunjungi Raja Ampat, tetapi harus dipersiapkan sendiri tanpa orang daerah".
Sejenak saya termangu dan terdiam..., sama sekali saya belum memperoleh bayangan, bagaimana cara menuju kesana, rute mana yang harus ditempuh, transportasi apa yang harus dipersiapkan dan harus mencari orang-orang yang bisa membantu agar perjalanan berjalan lancar.., dengan serampangan saya jawab Siaap...!, namun setelah keluar dari ruang pimpinan, kebimbangan itu kembali membayang.., maklum yang akan bepergian adalah VVIP, menjadi beban tersendiri..., apalagi daerah tujuannya sama sekali belum pernah saya kunjungi, yang lebih berat lagi "tidak boleh menghubungi teman-teman kontor di daerah itu".
Hari itu juga langsung di depan Laptop dan bertanya kepada sang "dukun sakti" mbah Google.... hahahaha..., dari situ banyak saya dapat informasi, namun untuk memperoleh kontak person masih harus dicari-cari.., kontak sana, kontak sini, akhirnya saya diberi satu orang kontak dan langsung saya hubungi. tetapi sebelum itu, saya ingin cerita dulu di mana sih sebenarnya kepulauan Raja Ampat itu...
Pertama, yang saya cari adalah posisi persisnya kabupaten Raja Ampat itu di mana.., ternyata Kabupaten Raja Ampat adalah kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Sorong, jadi wilayah Raja Ampat sebelumnya merupakan wilayah Kabupaten Sorong. Kedua, transportasi untuk menuju ke sana, setelah melihat rute-rute penerbangan, saya memilih rute yang paling gampang yaitu Jakarta - Makassar - Sorong, rute ini menurut saya lebih simpel, dibanding bila kita harus mengambil rute Jakarta - Makassar - Ambon - Sorong kedua rute itu adalah pilihan bila kita dari Jakarta. Ketiga, dari Bandara Sorong kita bisa langsung menuju Pelabuhan Ferry untuk melanjutkan perjalanan ke Ibukota Kabupaten Raja Ampat di kota Waisai, kita bisa menumpang Kapal Cepat dengan waktu tempuh 1 jam dan 30 menit, atau Kapal "lambat" istilah di sana untuk kapal RoRo (Rol on Rol off), dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam, kapal cepat tersedia 2 kali pada jam 09.00 dan jam 14.00 waktu setempat, sedangkan kapal "lambat" hanya 1 kali sehari.
Apa sih.... yang ingin kita lihat di Raja Ampat....???, itu salah satu pertanyaan yang saya simpan di dalam hati, dari literatur yang saya peroleh, Raja Ampat adalah surganya para Penyelam dan para pecinta dunia bawah laut.., namun ketika tiba di Ibukota Raja Ampat di Waisai, meski sudah terlihat keindahan lautnya, tetapi kita belum sampai di tempat surga yang sesungguhnya itu, ikon yang utama adalah kepulauan Wayag yang harus ditempuh dengan speedboat kurang lebih 3 jam dari Waisai... dengan menghabiskan bahan bakar minyak kira-kira 400 liter (itu untuk speedboat biasa ya....) hmmmm... cukum lama kan.., artinya masih jauuuhh... hehehe..., namun kita juga bisa melihat-lihat miniatur kepulauan Wayag itu di dekat Waisai yang juga tak kalah indahnya.
Nah... kebetulan lokasi tempat kami menginap bukan di Ibukota Raja Ampat di Waisai, melainkan di pulau lain yang lebih ke pedalaman, namanya pulau Mansuar, harus ditempuh kira-kira 40 menit dengan speedboat dari Waisai...., hiihiihii.. kayak apa tempatnya ya... sabarrr nanti saya ceritakan. Nah kini sudah saya temukan di mana itu letaknya kepulauan Raja Ampat, isi pulaunya nanti kita bahas satu demi satu ya... hehehe...


